i n t r o

Tidak tahu harus mulai darimana..


Mungkin tidak semua hal butuh permulaan.


Seperti keadaan kita (saya) disini, tiba-tiba ada disini. Duduk di depan laptop, memiliki kebutuhan untuk membuat blog dan menulis sesuatu. Yah, sepertinya tidak tiba-tiba juga, perihal asal mula saya sampai di usia saya dan keadaan saya sekarang.

Tapi ketiba-tibaan itu sering terjadi kepada saya, ketika saya tidak merasa 'hidup' dan tidak benar-benar 'merasa'. Mungkin dalam satu dekade terakhir, saya merasa menjalani hidup dengan segala kewajiban dan alur prosedur hidup sebagaimana orang-orang kebanyakan. Berangkat dari mimpi dan ambisi, sekarang terombang-ambing dalam ketiadaan misi. Mau tertawa, tapi misi hidup saya apa, ya? Sepenting itukah punya visi dan misi? Atau berpegangan pada bongkahan kapal pecah di laut lepas merupakan keindahan dari arti hidup itu sendiri?

Kalau ditilik lagi, banyak sudut-sudut kecil di kompartemen kehidupan saya yang layak dan wajib disyukuri. Itulah yang memberikan nyala bagi saya. Itulah penyambung nyawa saya. Itulah infal tertawa lepas saya yang sudah minggat entah kemana bertahun-tahun lalu. Eh, kalau dipikir-pikir, banyak hal-hal yang minggat dari rumah jiwa saya tanpa sebab. Mungkin mereka tidak menganggap saya rumah, atau bahkan saya yang secara tidak sadar sudah tidak menganggap mereka bagian dari rumah saya.

Hal apa saja yang sudah minggat? Coba saya ingat-ingat dulu. Oh, ya, salah satunya mungkin sifat humoris saya. Murahnya jiwa saya untuk menertawakan hal-hal kecil di sekitar saya dengan cepat menghakimi dibumbui nada getir. Saya yang dulu penuh dengan ide-ide jenaka tanpa logika, yang siap diadu dengan imajinasi sahabat saya sehingga mensponsori kompetisi gerak otot perut, adu tawa dan hilangnya bola mata kami karena raut kebahagiaan. Bagi saya yang dahulu, bahagia itu murah. 

Comments